Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2024

Kebersihan Lingkungan Sekolah

Kebersihan Lingkungan Sekolah

·         Pernyataan Umum

Kebersihan sekolah merupakan satu di antara faktor penting terciptanya kenyamanan proses belajar mengajar bagi siswa dan tenaga pendidik. Lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman akan membuat para siswa menjadi betah berlama-lama belajar. Sebaliknya, jika lingkungan sekolah kotor kumuh maka proses belajar mengajar juga akan terganggu dan tidak maksimal.

·         Sebab Akibat

Ada banyak cara menciptakan lingkungan sekolah sedemikian rupa. Tidak hanya peran petugas sekolah saja, siswa juga harus berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekolah. Sayangnya, masih banyak siswa yang kurang sadar pentingnya hal tersebut. Misalnya perilaku tidak tertib dalam membuang sampah.

Meski hanya hal sederhana, dampaknya bagi lingkungan sangat besar. Jika seperempat populasi sekolah memiliki perilaku negatif tersebut akan menciptakan lingkungan yang tidak sehat untuk belajar. Sampah yang terus menumpuk lama kelamaan akan membusuk, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi biang penyakit. Hal ini tentunya membahayakan kesehatan baik siswa, guru, dan seluruh elemen sekolah.

Siswa bisa memberikan kontribusi bahkan dari hal terkecil sekalipun, yakni dengan mentaati jadwal piket harian kelas. Piket kelas dimaksudkan untuk menjaga kebersihan di kelas setiap harinya. Setiap hari pun secara bergantian siswa dijadwalkan membersihkan kelas mulai dari menyapu, mengepel, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Selain itu, adanya kegiatan jumat bersih turut memberikan dampak positif pada lingkungan. Beragam kegiatan tersebut tentunya bisa membuat kompleks area sekolah menjadi bersih. Jika lingkungan bersih, bisa dipastikan para siswa akan merasa nyaman dan pembelajaran bisa dilaksanakan secara maksimal.

·         Interpretasi

Menjaga kebersihan area sekitar sekolah memang sangat penting. Di samping menyehatkan, merawat lingkungan bisa memberikan dampak positif pada siswa dari segi akademik. Mereka akan lebih nyaman dalam mengikuti proses KBM. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat seperti di atas. Peran serta seluruh elemen sekolah, mulai kepala sekolah, staf, guru, hingga murid juga sangat dibutuhkan.


Oleh: Muhammad Ibnu Dzaki

Sabtu, 16 Maret 2019

Parents Day, Pentas Seni dan Dongeng



Pada hari Jum'at, 15 Maret 2019 kelas 5 mengadakan acara Parents Day, Pentas Seni dan Dongeng. Acara ini ikut mengundang orang tua siswa SD PLTU Suralaya Wukir Retawu. Anak-anak menyiapkan bingkisan dan surat kepada orang tua masing-masing. Bingkisan yang nilainya tidak seberapa namun yang terpenting adalah ketulusan dan terjalin ikatan yang kuat antara orang tua dan anak. Belajar tidaklah sekedar membentuk anak yang pintar secara intelektual, namun juga memiliki sikap yang baik, soleh dan berbakti kepada orang tua.

Kegiatan pentas seni menampilkan aneka tarian seperti tari Cublak-cublak Suweng, tari Sajojo, tari Nirmala, tari Cindai, tari Piring, Lagu Nyiur Hijau, Lagu Bunda, menampilkan Karate, pembacaan puisi dan surat untuk orang tua. 

Pada kesempatan ini juga SD PLTU Suralaya Wukir Retawu menghadirkan kak Ihan Beat Box selaku pendongeng. Beliau juga sering ikut mengisi kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang sedang terkena musibah bencana alam. Apa yang ditampilkan kak Ihan cukup menarik, menghibur dan mendidik. Kemampuannya menggunakan suara sendiri untuk mengeluarkan aneka efek bunyi-bunyian cukup menghibur. Seperti suara resleting tas, suara hujan dan petir, angin, suara musik BeatBox, dll. Kak Ihan mendongeng tentang pentingnya menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak membuang sampah ke selokan,sungai yang dapat mengakibatkan banjir. Dalam kegiatan dongeng ini kak Ihan ditemani boneka lucu yang bernama Somad. Kak Ihan mampu berdialog dengan boneka Somad menggunakan suaranya sendiri. Tingkah Somad cukup membuat tertawa anak-anak, orang tua dan guru yang ikut menonton.

Berikut beberapa foto kegiatan Parents Day:







Kamis, 09 November 2017

Penghijauan Lingkungan Sekolah Atas Bantuan PT Indonesia Power

Penataan lingkungan sekolah menjadi (Sekolah Hijau) merupakan penataan lingkungan sekolah sehingga dapat menciptakan suasana yang asri, sejuk, bersih, sehat dan dapat mendukung proses pelaksanaan KBM. Lingkungan sekolah yang kondusif sangat di perlukan dalam menghasilkan proses belajar yang nyaman. Disamping itu, dengan kegiatan penghijauan di lingkungan sekolah diharapkan semua warga sekolah menyadari pentingnnya menjaga lingkungan agar kondisi di sekolah menjadi sejuk, nyaman dan aman untuk proses KBM.

Syukur alhamdulillah, setelah kurang lebih satu bulan perpindahan Gedung Sekolah dari tempat lama di Komplek PLTU Suralaya ke Komplek PLN Lebak Gede, sekolah dapat melaksanakan salah satu agenda sekolah yaitu penghijauan. Program ini terselenggara atas bantuan dari PT Indonesia Power PLTU Suralaya.

Sekolah memperoleh bantuan berbagai macam tanaman untuk penghijauan di dalam lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah. Ada kurang lebih sekitar 250an batang pohon yang dikirimkan oleh PT Indonesia Power Suralaya yang terdiri dari: 

1. Pohon Pucuk Merah             : 160 batang
2. Pohon Durian                       : 10 batang
3. Pohon Mangga                     : 20 batang
4. Pohon Pete                           : 10 batang
5. Pohon Jambu                       : 10 batang
6. Pohon Rambutan                 : 10 batang
7. Pohon Glodogan ( Akasia )  : 60 batang
 Bersamaan dengan latihan Pramuka, penanaman pohon secara simbolis dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2017.



Kegiatan penanaman pohon dilanjutkan pada hari Jum’at pada tanggal 27 Oktober 2017
Dengan kegiatan tersebut, semoga bermanfaat untuk semua warga di lingkungan sekolah. Bravo Lingkungan SDWR, Bravo Adiwiyata SD Wukir Retawu.

Kamis, 17 November 2016

Parents Day Kelas 5 dengan Tema: Sehat Itu Penting


Pagi ini di depan perpustakaan SD PLTU Suralaya Wukir Retawu ada suasana yang berbeda. Tempat yang biasanya menjadi area parkir kendaraan bermotor, kini tersusun deretan meja, kursi dan poster-poster karya anak. Ya, hari ini, Rabu, tanggal 17 November 2016, kelas 5 mengadakan acara Parents Day, yaitu acara bersama orang tua, dengan menghadirkan narasumber seorang dokter (Dokter Tedi) dan ibu bidan (Ibu Setiawati) untuk memberikan seminar kecil tentang kesehatan.

Awal kegiatan adalah pameran, di mana anak-anak mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 berbaris dan menyaksikan hasil karya berupa poster-poster tentang kesehatan. Poster dijejerkan rapih di atas meja, dan beberapa ada di pagar dan pohon. Beberapa anak juga mendengarkan beberapa tips-tips kesehatan dari siswa kelas 5. Disedikan juga minuman fermentasi, permen, serta juice buah dan wedang jahe dan wedang sere.


Di saat siswa kelas 4 mengunjungi pameran, diadakan acara demo membuat jus mangga oleh 4 orang anak kelas 5 (Marsha, Fadia, Ayesha dan Salwa). Beberapa pertanyaan diberikan, dan bagi yang berhasil menjawab dapat mencicipi segelas jus mangga...hmmmm segaarr. Giliran kelas 6 yang mengunjungi pameran, diadakan demo membuat minuman jamu wedang jahe yang dilakukan oleh 3 orang siswa (Abid, Ale, dan Galuh), mulai dari merebus air, memasukkan jahe dan gula merah. Beberapa pertanyaan juga diberikan, dan bagi anak yang mampu menjawabnya mendapatkan hadiah.


Selesai acara pameran, dilanjutkan ibu bidan yang memberikan penyuluhan tentang kesehatan, dilanjutkan oleh Bapak dokter Tedi. Anak-anak bersama orang tua (mayoritas ibu-ibu) ikut duduk dan menyimak. Acara juga diselingi dengan pembacaan beberapa surat yang telah ditulis anak kepada orang tuanya (Bapak Marsha, Mamah Dewi, Mamah Hendri, Mamah Odi).

Beberapa point yang disampaikan oleh Dokter Tedi adalah:

1. Pentingnya memilih jajanan yang sehat, menghindari bahan pengawet dan penyedap kimia.
2. Pentingnya menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur, serta paham cara menggosok gigi yang benar.
3. dsb...

Selesai dokter memberikan penyuluhan, dilanjutkan acara tanya jawab. Beberapa anak mengajukan pertanyaan kepada Om Dokter. Terakhir adalah Ibu ketua komite (Ibu Yudi) memberikan materi tentang berbagai macam tanaman apotek hidup dan manfaatnya. 

Tanya jawab berlangsung cukup ramai, anak-anak bersemangat hingga banyak yang maju ke depan. Hal ini karena setiap pertanyaan yang benar akan mendapatkan hadiah sebuah alat tulis.



Semoga acara ini dapat bermanfaat terutama bagi anak-anak agar mau menerapkan bagaimana menjaga kesehatan dalam keseharian. Juga dapat mempererat hubungan antara anak dan orang tua. Dapat bersinergi antara guru dan orang tua dalam mendidik siswa dan siswi di SD PLTU Suralaya Wukir Retawu.








Rabu, 16 November 2016

Menanam dengan Teknik Hidroponik


Pada tanggal 16 November 2016, Rabu pagi pada kegiatan Pramuka, siswa-siswi SD PLTU Suralaya Wukir Retawu dibimbing oleh Bapak Rahmat Hidayat untuk menanam secara Hidroponik (menggunakan media air bekas AC). Ternyata air bekas AC ini mengandung zat dan mineral yang cukup baik bagi tumbuhnya tanaman. 

Bahan-bahan yang digunakan adalah:
1. Baskom kecil.
2. Bekas besek (wadah plastik berpori-pori).
3. Bekas plastik gelas air mineral yang dilubangi bagian bawahnya.
4. Bibit tanaman.
5. Gunting atau pisau.
6. Air bekas AC.

Anak-anak dengan penuh semangat mencari gelas bekas air mineral, dan tidak sulit mencarinya karena disekolah sudah menyediakan tempat khusus untuk menyimpan sampah bekas botol atau gelas plastik air mineral. Kemudian anak-anak melubangi bagian bawah gelas plastik dengan gunting atau pisau dibantu bapak dan ibu guru. Kemudian meletakkannya dalam besek yang kemudian dimasukkan dalam baskom kecil. Kemudian berbaris rapih di belakang perpustakaan untuk mengisi baskom tersebut dengan air AC yang sudah dipersiapkan ( sengaja dalam beberapa hari ditampung dari tetesan AC). 





Bibit tanaman kemudian diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari, dan diharapkan dapat menjaga dan merawatnya hingga tumbuh.




Bimtek Peningkatan Kapasitas Sekolah Adiwiyata


Pada tanggal 7 s/d 9 November 2016, SD PLTU Suralaya mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Sekolah Adiwiyata di Hotel Paragonbiz, Binong, Curug, Kota Tangerang. Sekolah mengirimkan dua orang guru (Bpk. Martha Yoga dan Ibu Nia) untuk mengikuti kegiatan tsb. Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan sekolah Adiwiyata tingkat propinsi untuk menuju Nasional.

Adiwiyata adalah program untuk mempersiapkan sekolah yang memiliki budaya cinta lingkungan, memahami tentang masalah-masalah perubahan lingkungan seperti pemanasan global, penyebab dan akibatnya, serta cara mengurangi dan mengubah dampak negatifnya menjadi positif. Diharapkan dengan program ini, dimulai dari tingkat Sekolah Dasar, tertanam dalam diri anak-anak menjadi pribadi yang bersikap dan berbudaya baik dalam menjaga lingkungan hidup dan kelestarian alam.

Beberapa pembiasaan sikap dan budaya cinta lingkungan bagi anak-anak dan warga sekolah yang dapat dilakukan dalam keseharian adalah:

1. Memisahkan sampah organik (yang dapat membusuk) dan sampah non organik (yang sulit membusuk), serta sampah B3 (Bahan Beracun Berbahaya).
2. Mematikan peralatan listrik (AC, kipas angin, lampu, komputer, dll) jika sudah tidak digunakan.
3. Menampung kembali air bekas wudhu dan cuci tangan untuk menyiram tanaman (IPAL)
4. Menanam dan merawat apotek hidup.
5. Menanam dan merawat tanaman secara hidroponik.
6. Membawa botol air minum dari rumah yang dapat diisi kembali, untuk mengurangi penggunaan botol air mineral.
7. Memanfaatkan keras bekas untuk menjadi karya seni dengan membuatnya menjadi bubur kertas, atau memanfaatkan kembali kertas bekas untuk keperluan belajar.
8. Membuat hasil karya dari sampah organik (bekas botol, kaleng, kardus, dll.) untuk mengurangi sampah.
9. Membuat slogan-slogan atau karya tulis tentang cinta lingkungan.
10. Menanam dan merawat pohon peneduh.
11. Menyediakan makanan sehat dan bergizi, bebas bahan pengawet dan penyedap yang berbahaya di kantin.
11. Membuat biopori dan merawatnya.
12. Ikut kegiatan Car Free day, atau aksi menanam pohon.
13. dll...

Hal-hal di atas adalah sesuatu yang sederhana, namun jika setiap orang melaksanakannya tentu akan membuat bumi menjadi tempat yang bersih, sehat, sejuk dan nyaman untuk tempat tinggal manusia. Mudah-mudahan menjadi sikap dan budaya yang tertanam pada diri anak-anak sejak kecil dan akan menular kepada lingkungan sekitarnya.

Rabu, 07 September 2016

Tim SD PLTU Suralaya Wukir Retawu bersiap mengikuti lomba dan pameran Adiwiyata di Pemda Cilegon. Selamat berjuang..semoga sukses!







Senin, 25 April 2016

Juara Lomba Hari Kartini dan Hari Bumi

Selamat kepada anak-anak juara lomba kostum pakaian adat, lomba mewarnai, lomba membuat artikel, dan lomba membuat poster pada peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi tanggal 22 April 2016. Semoga menjadi semangat untuk tetap berkarya dan berkreativitas...









Inilah hasil-hasil karya para Juara Lomba Hari Bumi dan Hari Kartini



































Sabtu, 23 April 2016

Hari Kartini dan Hari Bumi


Jum'at pagi, tidak seperti biasanya, di halaman sekolah SD PLTU Suralaya Wukir Retawu, anak-anak berbaris dengan berbagai macam pakaian adat, kebaya ala Kartini, dan batik. Yang putri tampil cantik-cantik, yang putra juga tampil ganteng-ganteng. Tidak ketinggalan bapak dan ibu guru, yang ibu-ibu tampil memakai kebaya, sedangkan bapak-bapak mengenakan baju koko, memakai peci, celana panjang hitam, dan sarung. Beberapa orang tua siswa juga ikut menyaksikan acara tersebut.

Tanggal 21 April 2016 diperingati sebagai hari Kartini, sedangkan hari itu adalah hari Jum'at tanggal 22 April 2016 juga ada Hari Bumi. Jadi SD PLTU Suralaya Wukir Retawu sekaligus memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi. Untuk memperingati Hari Kartini diadakan pawai keliling komplek PLTU Suralaya, sedangkai untuk Hari Bumi setelah pawai, diadakan acara lomba mewarnai, membuat poster, dan artikel tentang Hari Bumi. Bersamaan dengan itu juga akan datang tim penilai sekolah Adiwiyata dari propinsi Banten, yang akan meninjau kondisi fisik dan dokumen sekolah terkait program Adiwiyata, yaitu program pemerintah untuk sekolah yang peduli dan cinta lingkungan.

Sebelum pawai anak-anak berkumpul di lapangan dengan berbagai pakaian adatnya, ada Padang, Jawa, Maluku, Lampung, Sunda, Banten, Palembang, dll. Suasana tampak ceria dan meriah, diiringi Marching Band Gita Wahana Indonesia Power. Anak-anak menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini bersama-sama. Kepala Sekolah juga membuka acara dengan memberikan pengantar tentang pentingnya semangat perjuangan Kartini, serta pentingnya memiliki perilaku yang baik untuk menjaga bumi tetap asri dan lestari.


Pawaipun dimulai dengan spanduk di depan, diikuti tim Marching Band, kemudian berurutan dari kelas 1 hingga kelas 6 berbaris berjalan menuju gerbang sekolah. Cuaca agak sedikit mendung, namun anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan. Rute pawai adalah dari jalan raya, lalu belok kiri ke arah komplek, naik ke atas, hingga turun dan kembali ke sekolah melalui jalur belakang. Sempat terjadi hujan ketika masih berada di komplek, sehingga anak-anak bersama guru harus menepi dan berteduh sebentar di halaman rumah warga sekitar 15 menit. Anak-anak menjadi terpisah ke dalam beberapa kelompok untuk berteduh dari hujan. Ketika hujan agak mereda, perjalananpun dilanjutkan.



Di sekolah acara dilanjutkan di kelas masing-masing, ada penilaian kostum pakaian adat dari komite sekolah. Sehingga sambil lomba mewarnai, membuat poster, dan membuat artikel Hari Bumi, anak-anak tetap memakai pakaian adat. Pak Ali yang jago melukis juga tak ketinggalan membuat lukisan tentang Hari Bumi, menampilkan gambar bumi yang sedang menangis karena di permukaannya penuh dengan polusi dan sampah. Lukisan ini untuk menginspirasi anak-anak yang mengikuti lomba.


Ibu-ibu Kartini di kantor juga tidak ketinggalan menyiapkan hidangan untuk bapak dan ibu guru, ada soto ayam, donat, buah-buahan dan minuman segar, cocok untuk dinikmati di sela-sela acara, nyammm... :).

Sekitar pukul 10.00 tim penilai sekolah Adiwiyata juga tiba di sekolah, sambil acara tetap berlangsung, beberapa orang guru bersama kepala sekolah, komite, dan beberapa perwakilan siswa berkumpul di lantai 2 untuk menyambut dan mendapatkan penilaian, pengarahan, koreksi, dan pembinaan dari tim penilai sekolah Adiwiyata propinsi Banten. Semoga SD PLTU Suralaya Wukir Retawu bisa terus maju hingga menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, hingga Adiwiyata Mandiri. Aamiiin.

Mudah-mudahan dengan peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi ini, dapat bermanfaat khususnya bagi guru dan siswa-siswi, agar memiliki perilaku semangat belajar dan berjuang seperti Ibu Kartini, dan semangat untuk mencintai lingkungan dan menjaga bumi yang tercinta. Sesuai visi sekolah yaitu, CERIBEL CILI. Cerdas, Religius, Beretika, Berwawasan Global, dan Cinta Lingkungan.











Rabu, 20 April 2016

Sekolah ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

SD PLTU Suralaya Wukir Retawu termasuk Sekolah Dasar yang menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Ini sesuai dengan Hadits Nabi di bawah ini:




Ada 8 hal yang menjadi budaya sekolah untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yaitu:

1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun.
    
Tangan yang kotor penuh dengan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit jika tidak dicuci dengan air menggunakan sabun. Tangan bersih, generasi sehat, generasi hebat. SD PLTU Suralaya Wukir Retawu menyediakan banyak wastafel beserta sabun untuk cuci tangan di depan kelas.


2. Jajan di kantin sekolah yang sehat.

Kantin yang sehat mutlak diperlukan untuk kebutuhan konsumsi para siswa dan siswinya. Keberadaan makanan dan minuman yang bersih, tertutup, serta memperhatikan nilai gizi cukup tersedia di kantin SD PLTU Suralaya Wukir Retawu.



3. Membuang sampah pada tempatnya.

Pembiasaan perilaku membuang sampah pada tempatnya setiap saat memang perlu dilakukan sejak dini. Usia Sekolah Dasar adalah saat yang tepat. Di lingkungan sekolah telah disediakan tempat sampah di depan kelas dengan pemisahan antara tempat sampah organik yang mudah diuraikan seperti daun dan sisa-sisa makanan, serta tempat sampah non organik seperti plastik, kertas yang sulit untuk diuraikan. Tempat sampah organik dicirikan dengan warna hijau, sedangkan tempat sampah non organik dicirikan dengan warna orange.


4. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

Olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Banyak kegiatan olahraga yang dilakukan di sekolah, baik yang merupakan pelajaran rutin, ataupun dalam kegiatan lomba-lomba O2S atau event tertentu. Anak usia SD adalah masa dengan kebutuhan motorik (gerak fisik) yang cukup tinggi. Kurangnya bergerak di usia SD akan menghambat pertumbuhan anak.



5. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan.

Menimbang berat dan mengukur tinggi badan siswa diperlukan untuk mengetahui perkembangan fisik anak dalam masa pertumbuhan.



6. Bebaskan dirimu dari asap rokok.

Asap rokok mengandung 100 lebih senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, baik bagi perokok aktif, begitu juga bagi perokok pasif. Lingkungan SD PLTU Suralaya Wukir Retawu merupakan daerah atau kawasan bebas asap rokok. Anak-anak harus bebas belajar dan bermain tanpa terganggu asap rokok.



7. Memberantas jentik nyamuk.

Aktivitas 3-M dilaksanakan di sekolah, yaitu menguras bak mandi, mengubur barang bekas, menutup tempat-tempat penampungan air. Sehingga dapat mencegah berkembangnya jentik nyamuk yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit demam berdarah.

8. Buang air kecil dan buang air besar di jamban sekolah.

Di sekolah sudah disediakan lima ruang toilet untuk putra dan lima ruang toilet untuk putri, untuk guru dan staf juga disediakan dua ruang toilet. 



Semoga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini dapat menjadi kebiasaan baik yang dapat dilakukan oleh guru dan anak-anak sehari-hari baik di lingkungan sekolah, maupun di lingkungan rumah dan masyarakat sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bersih dan sehat. Aamiiin.