Tampilkan postingan dengan label Studi Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Studi Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Fieldtrip SD Wukir Retawu sebagai Model Experiential Learning



Fieldtrip SD Wukir Retawu  sebagai Model Experiential Learning dalam pembelajaran

Model Experiential Leraning dalam  proses belajar mengajar yang mengaktifkan pembelajar untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalamannya secara langsung.

Hore..hore…hore…..hari rabu telah tiba…. Ya … tanggal 14 Februari 2018      itulah hari –hari yang selau di nanti  siswa kelas 2 SD Wukir Retawu, di sambut dengan sangat girang… rupaya hari itu siswa kelas 2 SD wukir retawu akan berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah dalam rangka Fileldtrip Tahunan.


SD PLTU Suralaya  wukir retawu yang berada di ujung Pulau Jawa bagian barat, tepatnya di komplek PLN Lebak Gede Kecamatan Pulomerak.


Dalam rangka memotivasi siswa dan menyambut Penilaian Tengah Semester  (PTS) semester 2  supaya murid lebih semangat dalam menghadapinya, maka secara rutin sekolah mengadakan kegiatan belajar di luar ruang kelas, salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan Field Trip. Untuk kegiatan Field Trip kali ini tema, materi, lokasi dan tempatnya sudah ditetapkan oleh para dewan guru kelas 2 beserta dengan komite sekolah. Pada Field Trip kali ini lokasi yang dipilih adalah Taman Mini Indonesia Indah, untuk menambah wawasan bagi murid kelas 2 dalam mempelajari aneka ragam budaya, rumah adat, rumah ibadah,  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK), serta Anjungan Propinsi Banten  dan Terakhir Wahana Keong Mas. 


Kegembiraan siswa kelas 2 sangat terpancar dengan raut senyum, tawa dan sorak bahagia.….Pukul 06.00 WIB murid-murid sudah bergegas menuju ke bisnya masing-masing, yang mana sudah disiapkan sebanyak 3 (tiga) unit bis. Alhamdulillah untuk pemesanan bis, sudah sesuai dengan harapan dari sekolah serta orang tua murid dan tidak terjadi kekurangan sesuatu apapun selama kegiatan Field Trip ini berlangsung. Bis kemudian berangkat menuju Taman mini  pukul 06.15

Senin, 09 Mei 2016

Outing Class V

Outing Class V ke Museum Fatahillah, Monumen Pancasila Sakti dan Taman Burung (TMII)

Tepat tanggal 27 April 2016, kami siswa-siswi kelas V SD PLTU Suralaya “Wukir Retawu” outing class dalam rangka pembelajaran secara langsung. Anak-anak tampak antusias dalam mempelajari benda-benda peninggalan bersejarah yang ada di museum Fatahillah. Tujuan pembelajaran ini adalah agar anak-anak mengetahui benda-benda peninggalan bersejarah dan bagaimana cara merawat benda-benda peninggalan bersejarah.




Anak-anak mempelajari sejarah perjuangan Sultan Agung Hanyokrokusumo melalui lukisan yang terdapat di museum Fatahillah. Anak-anak dijelaskan oleh Guide dari museum Fatahillah. Di sini semua siswa mempelajari bagaimana perjuangan masyarakat pada masa pimpinan Sultan Agung.

Masih di sekitar museum Fatahillah, anak-anak menuju halaman depan dan di sana anak-anak mempelajari penggunaan magnet pada sepeda onthel. Mereka asyik memperhatikan cara kerja dinamo pada sepeda sambil mereka berkeliling mengayuh sepeda onthel-nya.


Tibalah di Museum Pancasila Sakti, semua siswa mempelajari kegigihan dan keberanian para pahlawan revolusi dalam melawan PKI (Partai Komunis Indonesia). Di sana anak-anak melihat film dokumenter, dan patung replika ketika para pahlawan revolusi disiksa oleh PKI, yang mana mereka setelah disiksa, diseret ke lubang buaya. Disana di buat relief yang menceritakan kisah perjuangan para pahlawan revolusi.

Replika patung di ruang penyiksaan

Patung pahlawan revolusi

Relief kisah G30S/PKI

 
Lubang Buaya
Rute perjalanan terakhir kami yakni menuju Taman Burung yang ada di TMII, seluruh siswa mempelajari berbagai jenis ekosistem yang ada di Taman burung. Dimana semua siswa dapat mengidentifikasi hewan-hewan langka yang ada di Indonesia. Siswa pun dapat membedakan mana individu, populasi, komunitas maupun ekosistem .


Outing class ini memberikan pengalaman yang tak akan terlupakan oleh semua siswa kelas V karena mereka mempelajari secara langsung. 

Created by : Tiyas 

Jumat, 01 April 2016

Studi Wisata kelas 3 ke TMII



Pembelajaran tema ke-7 kelas 3 adalah tentang Energi dan Perubahannya. Sebuah tema yang cukup menarik karena energi adalah sumber utama bagi berlangsungnya aktivitas kehidupan manusia. Belajar tentang hal ini tidaklah cukup hanya dengan membaca, diskusi, ataupun mengerjakan soal-soal dan tugas. Perlu adanya objek nyata yang dapat dilihat dan dicoba secara langsung. Hal ini telah dilakukan melalui percobaan-percobaan kecil di kelas ataupun tayangan-tayangan video. Namun akan lebih menarik jika ada sebuah wahana yang lebih luas dengan berbagai alat yang bervariasi, sehingga anak sambil bermain secara tidak langsung juga belajar tentang energi. Maka, Museum PP IPTEK, Museum Listrik dan Energi Terbarukan, serta Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Selatan menjadi pilihan tempat studi wisata bagi kelas 3A dan 3B SD PLTU Suralaya Wukir Retawu.


Rabu, 23 Maret 2016, pukul 05.30 para siswa dan orang tua siswa sudah ramai berkumpul di depan pintu gerbang sekolah untuk menunggu kedatangan bis. Kami menggunakan dua bis untuk dua kelas, dengan jumlah siswa dan siswi seluruhnya 65 orang, guru 3 orang, dan komite kelas 9 orang. Sekitar pukul 06.30 bispun berangkat, 9 orang siswa masih menunggu di daerah Merak untuk naik ke bis.

Alhamdulillah perjalanan cukup lancar dan cuaca tidak hujan. Pada sekitar pukul 09.15 bispun tiba di lokasi. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Museum PP IPTEK (Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Sebelum masuk siswa diberikan pengarahan oleh guru kelas, tentang Lembar Kerja yang harus dikerjakan, yaitu seputar tema Energi dan Perubahannya. Siswa diberi tugas untuk mencatat minimal 2 alat yang menarik perhatiannya, kemudian menjelaskan perubahan energi apa yang terjadi pada alat tersebut. Sebelum masuk, kami berfoto bersama disertai spanduk yang telah disiapkan.

Siswa dipandu untuk bersama-sama mengunjungi lokasi-lokasi yang telah ditentukan, tidak bebas menyebar. Sehingga dapat terkendali dan dapat berdiskusi bersama. Pertama, anak mengikuti acara Demo Sains, pada acara ini seorang kakak pemandu menampilkan 3 macam percobaan sains, pertama mengenai kertas yang dibakar setelah dicelupkan di dalam air murni, dan jika dicelupkan dalam alkohol 70%. Anak-anak berpikir tentang mengapa kertas yang setelah dicelupkan dalam alkohol 70% tidak terbakar. Selanjutnya adalah tentang perubahan warna zat cair ketika sebuah cairan kimia tertentu dicampurkan. Terakhir adalah tentang sifat gas Hidrogen. Beberapa anak SD Wukir Retawu maju ke depan untuk ikut mencoba demo.



Selanjutnya anak-anak diajak berkeliling, dan mencoba berbagai alat sambil membaca, bermain dan mengerjakan tugas yang diberikan. Tugas yang diberikan adalah mencatat 2 alat yang paling menarik perhatian bagi siswa, lalu menceritakan cara kerja dan perubahan energi apa yang terjadi? Beberapa tempat yang dikunjungi anak adalah tempat Robotic, Magnet dan Listrik, Optic, Kids Arena dll...Beberapa anak mencoba simulasi rumah yang mengalami gempa bumi.






Rencana berikutnya adalah menuju museum Listrik dan Energi Terbarukan. Namun karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 12:00 siang, dan anak-anak juga sudah agak lelah. Kamipun merencanakan beristirahat untuk makan dan sholat di dekat Museum Energi Listrik dan Terbarukan. Anak-anak, guru, ibu-ibu komite, supir beserta kru ikut makan bersama tepat di daerah taman dekat Museum. Selesai makan, beberapa anak asyik bermain di taman, anak laki-laki sibuk bermain kapal-kapalan yang dibeli dari seorang penjual keliling. Setelah makan, kamipun sholat Dhuhur berjamaah di Mushola yang disediakan.


Awalnya kami dikumpulkan di pelataran lorong depan menuju Museum Listrik dan Energi Terbarukan (MLEB). Bentuk museum mirip sebuah kubah dengan warna merah di atapnya. Di bagian luar ini terdapat alat Pembangkit Listrik Tenaga Air yang sedang beroperasi. Sebuah aliran air, memutar kincir, yang akhirnya memutar generator kecil yang dihubungkan dengan kawat-kawat dan tiang listrik kecil ke sebuah rumah mainan yang ada lampu menyala di dalamnya. Bapak pemandu menjelaskan apa itu listrik, dan bagaimana energi dari air berubah menjadi gerak (mekanik) dan akhirnya memutar generator yang mengandung magnet kemudian menjadi energi listrik. Anak-anak cukup senang memperhatikan alat PLTA mini tersebut. Di seberang alat PLTA mini juga terdapat PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). 


Kamipun dibawa masuk oleh bapak pemandu, menaiki sebuah tangga, dan memasuki sebuah ruangan dengan bentuk melingkar, bertingkat hingga tingkat tiga. Di tengahnya tampak sebuah alat mirip roket, yang ternyata adalah sebuah simulasi dari alat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Bapak pemandu menjelaskan tentang sejarah listrik dan penemuan-penemuannya. Beberapa anak ada yang bertanya dan mencatat. MLEB cukup lengkap juga, ada mobil dengan tenaga surya, yaitu pada bagian atapnya menggunakan sel surya berupa kaca lebar untuk menyerap tenaga matahari dan mengubahnya menjadi listrik untuk menggerakkan mesin mobil. Di sebuah tempat demo listrik statis juga beberapa anak mencoba untuk duduk di sebuah kursi, di hadapannya terdapat sebuah cermin, untuk melihat wajahnya sendiri, ya, listrik statis membuat rambut dapat berdiri tegak seperti ada yang menariknya ke atas. Beberapa alat lainnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Angin, penjelasan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut. Ya, Indonesia sebenarnya adalah negara dengan sumber daya alam beragam yang cukup untuk membuat pembangkit tenaga listrik. Di akhir acara anak-anak menonton film kartun tentang energi, dan menonton pertunjukan tiga buah robot yang dapat menari diiringi musik. Ya, robot yang disebut Humanoid, dapat bergerak seperti manusia, karena sudah diprogram khusus untuk entertainment. Diharapkan kunjungan ke museum MLEB ini dapat menambah wawasan anak, dan menambah minat mereka di bidang sumber daya alam dan energi, sebagai tambahan semangat bagi cita-cita mereka nanti.


Puas mengeksplor Museum Listrik dan Energi Terbarukan, acara dilanjutkan menuju Museum Transportasi. Museum ini juga memiliki tekstur bangunan yang cukup unik, di bagian depan luar terdapat kereta Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Kereta yang pernah digunakan beliau bersama M.Hatta ketika berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta ketika terjadi pemindahan pusat pemerintahan. Serta untuk keperluan logistik para pejuang kemerdekaan pada masa itu. Berbagai jenis kendaraan dari masa ke masa ditampilkan di museum ini. Anak-anak mencatat jenis bahan bakar apa yang digunakan setiap jenis kendaraan baik darat, laut, maupun udara. 







Tak terasa hari telah sore, dan cuaca agak mendung, bispun bergerak menuju lokasi Pasar Seni masih di dalam area TMII, sekitar pukul 15.30 sore adalah acara bebas bagi anak-anak, bagi yang ingin membeli oleh-oleh, jajan, atau bermain diberi kesempatan  hingga pukul 17:00. Akhirnya sore haripun sekitar pukul 17:00 bis bersiap kembali ke Cilegon, karena cuacanya yang mulai gerimis, anak-anakpun langsung masuk bis dan makan di dalam.

Semoga studi wisata ini dapat menjadi sebuah pengalaman berharga bagi anak-anak, khususnya kelas 3. Sebuah perjalanan yang tidak sekedar bersenang-senang, tetapi juga ada ilmu pengetahuan yang akan bermanfaat kelak di saat mereka tumbuh dewasa menuju cita-citanya. Aamiiin. (By: Yoga)